Jakarta - Jamaah dari berbagai negara terus berdatangan ke Madinah menyusul berakhirnya puncak haji di Makkah. Diperkirakan, 2,5 juta hingga 3 juta jamaah menyambangi Kota Nabi (450 km dari Makkah) di musim haji tahun ini.
Dari Indonesia, jamaah yang akan mengunjungi Madinah di fase II ini mencapai 246 kloter atau 94.932 orang, sedangkan 109 ribuan lainnya telah mencicipi di fase I sebelum puncak haji. Masa tinggal jamaah Indonesia yang 41 hari dihabiskan di dua kota suci yaitu Makkah sedikitnya 25 hari, Madinah selama 8-9 hari dan Jeddah 1 hari.
Masa tinggal selama itu dipilih karena berhubungan dengan�slot time penerbangan terkait operasi kedatangan dan pemulangan jamaah, yang diberikan oleh otoritas penerbangan sipil Saudi (GACA).
Hingga kini, aneka departemen pemerintahan di Madinah terus bergiat melayani jamaah yang berdatangan di fase II ini. Mereka bekerja di bawah pengawasan Gubernur Madinah Pangeran Abdul Aziz bin Majed sejak musim haji dimulai bulan Oktober dan berlanjut hingga pemulangan jamaah yang tuntas pada pekan terakhir bulan November. Demikian diberitakan�Arab News, Jumat (18/11/2011).
Layanan yang diberikan di Madinah antara lain terkait dengan kesehatan, pabean, perusahaan penyedia layanan (muassasah), dan banyak lagi. Para kepala departemen setiap hari melakukan rapat untuk meninjau layanan dan memecahkan masalah yang muncul.
Pusat kesehatan beroperasi tak henti di banyak lokasi di Madinah. Petugas lalu lintas berusaha mencairkan kemacetan. Operasi konter bea cukai di Bandara Madinah digenjot untuk melayani pemulangan jamaah.
Kopor dan tentengan jamaah diperiksa cepat dengan mesin pemindai. Hanya jamaah yang mencurigakan saja yang diperiksa secara manual fisik dan tasnya.
Muassasah juga dikerahkan sepenuhnya untuk menerima dan melayani pemulangan jamaah dengan sumber daya manusia yang cukup. Sekitar 250 anggota Pramuka juga berkontribusi melayani jamaah lewat berbagai cara. Sukarelawan yang membantu Pramuka juga dilatih untuk memberikan pertolongan pertama pada jamaah, memadamkan kebakaran, operasi penyelamatan, serta bimbingan dan survei lapangan.
Kementerian Urusan Islam juga mengorganisasi kampanye tentang ritual keagamaan yang benar. Para sarjananya menerima konsultasi dari jamaah yang ingin mengklarikasi aneka masalah dan keraguan terkait agama. Mereka juga mendistribusikan booklet dan kaset-kaset.
Kementerian ini juga mengawasi pemeliharaan, kebersihan dan operasi sejumlah masjid bersejarah yang dikunjungi jamaah. Semua masjid dipercantik dengan karpet, perabotan, AC dan lampu, baru.
Komisi Promosi Kebajikan juga menunjuk 200 penerjemah yang direkrut dari sejumlah universitas untuk berkomunikasi dengan jamaah yang berdatangan dari negara-negara yang berbeda.
Sekadar diketahui, jamaah haji tahun ini berasal dari 183 negara. Namun tidak semua negara menerapkan dua gelombang jamaah yang mengunjungi Madinah (sebelum dan sesudah puncak haji). Hanya negara dengan banyak jamaah saja yang melaksanakan kebijakan ini sembari menunggu antrean pulang ke negaranya, seperti Indonesia, India, Pakistan, Iran, Turki, dan negara di Afrika. Di Madinah, jamaah menunaikan salat arbain di Masjid Nabawi selama 8-9 hari.