Kamis, 02 Februari 2012

10 Kebiasaan Buruk Perusak Kinerja Otak Manusia

Tanpa disadari rutinitas sahari-hari dan kebiasaan motorik kita dapat menyebabkan kerusakan pada otak. Sayangkan, kalau masih muda sudah blo’on dan pikun.
Berikut merupakan rangkuman kegiatan sehari-hari yang secara tak langsung dapat merusak otak kita:

Tidak Sarapan Pagi
Mereka yang tidak menyempatkan sarapan pagi memiliki kadar gula darah yang rendah, yang mengakibatkan berkurangnya suplai nutrisi ke otak.

Makan Terlalu Banyak
Terlalu banyak makan, apalagi kadar lemaknya tinggi, dapat mengakibatkan pembuluh darah otak mengeras karena penimbunan lemak pada dinding dalam pembuluh darah. Hal ini mengakibatkan kemampuan kinerja otak menurun.

Merokok
Zat dalam rokok yang terisap akan mengakibatkan penyusutan otak secara cepat serta dapat mengakibatkan penyakit A-Zheimer.

Mengonsumsi Gula Terlalu Banyak
Konsumsi gula yang terlalu banyak akan menyebabkan terganggunya penyerapan protein dan nutrisi sehingga terjadi ketidak seimbangan gizi, yang akan mengganggu perkembangan otak.

Polusi Udara
Otak adalah konsumen oksigen terbesar dalam tubuh manusia. Menghirup udara yang berpolusi menurunkan suplai oksigen ke otak sehinnga dapat menurunkan efisiansi otak.

Kurang Tidur
Otak perlu tidur untuk ber-istirahat dan memulihkan kemampuannya. Kurang tidur dalam jangka waktu lama akan mempercepat kerusakan sel otak.

Menutup Kepala Saat Tidur
Kebiasan disaat tidur engan menutup kepala meningkatkan konsentrasi zat karbondioksida dan menurunkan konsentrasi oksigen, yang dapat menimbulkan efek kerusakan pada otak.

Menggunakan Pikiran Saat Sakit
Bekerja terlalu keras atau memaksakan untuk menggunakan pikiran kita saat sedang sakit dapat menyebabkan berkurangnya efektivitas otak serta dapat merusak otak.

Kurang Menstimulasi Pikiran
Berpikir adalah cara yang paling tepat untuk melatih otak kita. Kurangnya stimulasi pada otak dapat menyebabkan mengkerutnya otak kita.

Jarang Berkomunikasi
Komunikasi diperlukan sebagai salah satu sarana memacu kemampuan kerja otak. Berkomunikasi secara intelektual dapat memicu efisiensi otak. Jarangnya berkomunikas akan mengakibatkan kemampuan intelektual otak jadi kurang terlatih.

Nah,, itu tadi beberapa penyebab kerusakan pada otak yang dengan tidak sadar sudah banyak kita lakukan. Memang hal ini sangatlah  spele, namun jika hal ini kita biarkan saja tanpa ada action nyata bisa menjadi masalah yang serius. Sebab otak adalah mahal harganya.
 
Hendaknya, setelah membaca tips ini kita dapat menjaga kesehatan otak kita.

Jumat, 27 Januari 2012

Kesabaran Membawa Kemenangan

Di suatu sore, seorang anak datang kepada ayahnya yg sedang membaca koran…
anak“Ayah, ayah” kata sang anak…
“Ada apa?” tanya sang ayah…..
“aku capek, sangat capek … aku capek karena aku belajar mati matian untuk mendapat nilai bagus sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek…aku mau menyontek saja! aku capek. sangat capek…
aku capek karena aku harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu, aku ingin kita punya pembantu saja! … aku capel, sangat capek …
aku capek karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung…aku ingin jajan terus! …
aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga lisanku untuk tidak menyakiti, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati…
aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga sikapku untuk menghormati teman-teman ku, sedang teman temanku seenaknya saja bersikap kepada ku…
aku capek ayah, aku capek menahan diri…aku ingin seperti mereka…mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka ayah ! ..” sang anak mulai menangis…
Kemudian sang ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya sambil berkata ” anakku ayo ikut ayah, ayah akan menunjukkan sesuatu kepadamu”, lalu sang ayah menarik tangan sang anak kemudian mereka menyusuri sebuah jalan yang sangat jelek, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang… lalu sang anak pun mulai mengeluh ” ayah mau kemana kita?? aku tidak suka jalan ini, lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena tertusuk duri. badanku dikelilingi oleh serangga, berjalanpun susah karena ada banyak ilalang… aku benci jalan ini ayah” … sang ayah hanya diam.
Sampai akhirnya mereka sampai pada sebuah telaga yang sangat indah, airnya sangat segar, ada banyak kupu-kupu, bunga-bunga yang cantik, dan pepohonan yang rindang…
“Wwaaaah… tempat apa ini ayah? aku suka! aku suka tempat ini!” sang ayah hanya diam dan kemudian duduk di bawah pohon yang rindang beralaskan rerumputan hijau.
“Kemarilah anakku, ayo duduk di samping ayah” ujar sang ayah, lalu sang anak pun ikut duduk di samping ayahnya.
” Anakku, tahukah kau mengapa di sini begitu sepi? padahal tempat ini begitu indah…?”
” Tidak tahu ayah, memangnya kenapa?”
” Itu karena orang orang tidak mau menyusuri jalan yang jelek tadi, padahal mereka tau ada telaga di sini, tetapi mereka tidak bisa bersabar dalam menyusuri jalan itu”
” Ooh… berarti kita orang yang sabar ya yah? alhamdulillah”
” Nah, akhirnya kau mengerti”
” Mengerti apa? aku tidak mengerti”
”Anakku, butuh kesabaran dalam belajar, butuh kesabaran dalam bersikap baik, butuh kesabaran dalam kejujuran, butuh kesabaran dalam setiap kebaikan agar kita mendapat kemenangan, seperti jalan yang tadi… bukankah kau harus sabar saat ada duri melukai kakimu, kau harus sabar saat lumpur mengotori sepatumu, kau harus sabar melawati ilalang dan kau pun harus sabar saat dikelilingi serangga… dan akhirnya semuanya terbayar kan? ada telaga yang sangatt indah.. seandainya kau tidak sabar, apa yang kau dapat? kau tidak akan mendapat apa apa anakku, oleh karena itu bersabarlah anakku”
” Tapi ayah, tidak mudah untuk bersabar ”
” Aku tahu, oleh karena itu ada ayah yang menggenggam tanganmu agar kau tetap kuat … begitu pula hidup, ada ayah dan ibu yang akan terus berada di sampingmu agar saat kau jatuh, kami bisa mengangkatmu, tapi… ingatlah anakku… ayah dan ibu tidak selamanya bisa mengangkatmu saat kau jatuh, suatu saat nanti, kau harus bisa berdiri sendiri… maka jangan pernah kau gantungkan hidupmu pada orang lain, jadilah dirimu sendiri… seorang pemuda muslim yang kuat, yang tetap tabah dan istiqomah karena ia tahu ada Allah di sampingnya… maka kau akan dapati dirimu tetap berjalan menyusuri kehidupan saat yang lain memutuskan untuk berhenti dan pulang… maka kau tau akhirnya kan?”
” Ya ayah, aku tahu.. aku akan dapat surga yang indah yang lebih indah dari telaga ini … sekarang aku mengerti … terima kasih ayah , aku akan tegar saat yang lain terlempar ”
Sang ayah hanya tersenyum sambil menatap wajah anak kesayangannya.

Rabu, 23 November 2011

Juara Tanpa Mahkota




















Timnas U-23 Indonesia

Penantian panjang Indonesia akan medali emas di cabang sepakbola SEA Games nyaris terwujud. Secara dramatis, dalam pertandingan yang berjalan menegangkan dan melelahkan, Timnas Indonesia U-23 akhirnya harus mengakui keunggulan Timnas Malaysia U-23 3-4 lewat adu penalti di final sepakbola SEA Games 2011 yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Senin (21/11) malam. Dalam 120 menit kedua tim bermain imbang 1-1.


Di awal babak pertama, Egi Melgiansyah dkk tampil menggebrak. Tercatat dua peluang emas tercipta melalui sepakan Titus Bonai dan Patrich Wanggai. Di menit kedua, memanfaatkan bola rebound hasil tepisan kiper Malaysia, Khairul Fahmi yang memblok tendangan Andik Firmansyah, sepakan Tibo, julukan Titus Bonai, terlalu lemah. Pun demikian dengan peluang Wanggai yang dapat diblok bek Harimau Malaya Muda.



Namun, memasuki menit kelima, Indonesia mampu unggul 1-0 melalui sundulan bek Gunawan Dwi Cahyo yang memanfaatkan bola hasil tendangan penjuru Octovianus Maniani. Malaysia mencoba membalas lewat sundulan Fakri Saarani yang masih dapat diblok kiper Kurnia Mega. Di menit ke-17, gol Tibo dianulir karena telah berdiri dalam posisioff-side.



Setelah dua kali tendangan Irfan Fazail dapat diantisipasi kiper Kurnia Mega, memasuki menit ke-20, Malaysia mulai mengendalikan jalannya pertandingan. Di menit ke-27, sundulan Mohamad Asraruddin Putra Omar melambung di atas mistar. Tujuh menit kemudian Malaysia berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui sundulan diving yang dilakukan Asraruddin memanfaatkan umpan silang yang disodorkan kapten tim Baddrol Bakhtiar. Skor yang bertahan sampai jeda tiba.



Di awal babak kedua, giliran Malaysia yang mengambil inisiatif. Dua kali tembakan Akhmad Fakri dan Irfan Fazail dapat diselamatkan kiper Kurnia. Di menit ke-57, miskomunikasi antara Gunawan dan Kurnia Mega nyaris membuat gawang Indonesia jebol. Tiga menit kemudian, Garuda Muda mempunyai peluang. Menerima umpan silang dari Tibo, Patrich gagal mengendalikan laju bola dengan sempurna. Alhasil, sontekannya masih dapat diblok kiper Fahmi.



Di menit ke-63, Indonesia beruntung ketika Akhmad Fakri terpeleset saat mengejar bola. Walhasil, meski posisinya bebas, tendangan Fakri melambung. Masuknya Ferdinan Sinaga dan Hendro Siswanto membuat daya dobrak Indonesia mulai menggigit. Di sepuluh menit terakhir, Garuda Muda tampil dominan. Namun, justru Malaysia yang mendapat peluang ketika free-kick Baddrol dengan susah payah dapat ditepis kiper Kurnia. Skor 1-1 bertahan sampai peluit akhir berbunyi.



Walhasil, laga dilanjutkan dengan babak perpanjangan waktu. Karena off-side, dua kali wasit menganulir gol Sinaga di menit ke-93 dan Zubir di menit ke-97. Di menit-menit akhir, Indonesia kembali menggebrak. Sayang, tendangan Egi yang menyentuh tangan bek Malaysia di kotak terlarang tak membuat wasit menunjuk titik putih. Sementara, sundulan Tibo tiga menit jelang babak extra usai masih tipis meluncur di atas mistar gawang Fahmi. Adu penalti pun digelar.



Dalam undian Indonesia kalah dan harus menjadi penendang pertama. Ketegangan mulai menyelimuti GBK ketika eksekutor kedua Gunawan gagal menyelesaikan tugasnya dengan sempurna. Bola hasil tembakan Gunawan hanya membentur tiang gawang. Namun, skor kembali jadi imbang 2-2 ketika eksekusi Fakri Saarani dapat diblok kiper Kurnia. Menyusul mulusnya masing-masing algojo di kesempatan keempat, skor berubah menjadi 3-3.



Algojo terakhir Garuda Muda Ferdinan Sinaga gagal membuat tekanan terhadap Malaysia. Bola hasil tembakannya dapat dengan mudah dibaca kiper Fahmi. Malaysia di atas angin. Indonesia pantas meratapi kegagalan kiper Kurnia yang sejatinya mampu memblok tembakan kapten Baddrol yang menjadi eksekutor terakhir. Namun, sayang, bola hasil tepisan Kurnia justru meluncur ke dalam gawang sendiri. Malaysia unggul 4-3. Emas pun melayang.(MEG)



Susunan pemain:

Indonesia: Kurnia Meiga; Gunawan Dwi Cahyo (kk), Mahardiga Lasut (Hendro Siswanto 71), Egi Melgiansyah, Octovianus Maniani (kk), Hasim Kipuw, Andik Vermansyah (Ferdinan Sinaga 65), Diego Michels, Titus Bonai (kk), Patrich Wanggai (Ramdani Lestaluhu 98), Abdul Rahman.

Malaysia: Khairul Fahmi; Jasuli Mahali, Mohd Azmi Mohd Zubir, Mohd Shas Mohamad Fadhli, Omar Mohd Asraruddin Othman Mohamad Fandi 100), Fazail Mohd Irfan, Ambumamee Thamil Arasu (Yong Kuong Yong 81 (kk)), Baddrol Bakhtiar (kk), G Kandasamy Gurusamy (Mansor Muhd Nazmi Faiz 77), Saarani Ahmad Fakri (kk), Ahmad Mohamad Muslim.
Wasit: Tojo Minoru (Jepang).